Thursday, August 2, 2012

Angkot/ Mikrolet dalam Kota Malang

Kendaraan umum yang paling sering kita jumpai di Kota Malang adalah angkot warna biru, atau penduduk setempat biasa menyebutnya dengan Mikrolet. Angkot-angkot ini memiliki rute-rute yang sudah diatur sedemikian rupa untuk mengantar penumpang ke berbagai tujuan di Kota Malang. Angkot-angkot warna biru ini adalah angkot khusus untuk rute dalam kota, sementara untuk ke luar kota, anda harus transit ke angkot atau bus yang menuju luar kota. Rute/ trayek  mikrolet dalam Kota Malang seluruhnya ada 25 rute. Angkot-angkot untuk luar kota warnanya sudah bukan biru lagi, sehingga mempermudah kita dalam membedakannya.

Ada tiga terminal utama yang terdapat di Kota Malang, yaitu: Terminal Arjosari; Terminal Gadang (sekarang disebut Terminal Hamid Rusdi), dan Terminal Landungsari. Kami sebut terminal utama karena ketiga terminal tersebut merupakan pintu bagi masyarakat Kota Malang dengan kota-kota lain. Terminal Arjosari merupakan tempat transit bagi anda yang ingin bepergian ke Kota Lawang, Pandaan, Pasuruan, atau Surabaya. Terminal Hamid Rusdi merupakan tempat transit menuju Kota Kepanjen, Blitar, Lumajang atau Tulungagung. Serta Terminal Landungsari yang adalah tempat transit menuju Kota Batu, Kediri, atau Jombang.

Dari pengamatan tim pesonamalangraya, angkot-angkot ini pada umumnya hanya beroperasi hingga pk.21.00, lebih dari jam tersebut angkot-angkot ini susah untuk didapat. Jadi bagi anda yang bepergian ke Kota Malang menggunakan sarana umum, sebaiknya anda pulang sebelum pk.21.00.
Untuk menandai rute setiap mikrolet dalam kota tersebut, maka tiap mikrolet memasang kode yang berupa huruf awal dari nama daerah yang merupakan rute dari mikrolet tersebut. Adapun Rute dan Kode nya adalah sebagai berikut:


Rute Mikrolet dalam Kota Malang.

T A X I

NO.
NAMA TAXI
TELEPON
1.
CITRA KENDEDES Telp. (0341) 490555, 404040
2.
ARGO Telp. (0341) 490444
3.
MANDALA Telp. (0341) 474747
4.
BIMA Telp. (0341) 717171

Selain angkot/ mikrolet, di beberapa sudut Kota Malang juga masih dapat kita lihat Tukang Becak dan di sudut-sudut tertentu terdapat juga Tukang Ojek. Keberadaan becak-becak ini kini semakin tersisih karena masyarakat lebih memilih untuk naik mikrolet yang lebih cepat, murah, dan aman. Salah satu alat transportasi tradisional yang masih tersisa adalah Dokar. Dokar-dokar ini biasanya mangkal di pasar-pasar tradisional di Kota Malang. Meski sudah tidak menjadi alat transportasi favorit bagi masyarakat, namun kadang masih ada saja masyarakat yang menggunakan jasa dokar ini. Dokar-dokar inipun hanya melewati jalur di pinggiran kota, jarang sekali terlihat mereka melintas di pusat kota, mungkin saja ada larangan dari pemerintah.
Dan terakhir, bagi anda yang mengutamakan kenyamanan dalam perjalanan, atau mungkin akan bepergian menuju tempat-tempat yang tidak dilalui oleh jalur mikrolet, anda bisa memilih Taxi yang begitu jamak di Kota Malang. Anda tinggal telepon, dan mereka akan menjemput sekaligus mengantar ke tempat tujuan anda, tentu saja tarif untuk layanan mereka juga jauh lebih mahal dibanding sarana transportasi umum lainnya.

***
Sumber pendukung: http://www.malangkota.go.id

Источник: http://pesonamalangraya.com/?p=1506

0 comments:

Post a Comment