Friday, December 21, 2012

Museum Satwa

Satu lagi alternatif bagi anda yang ingin berakhir minggu atau “weekend” di Kota Batu. Setelah beberapa tahun yang lalu muncul Jawa Timur Park, dan akhir tahun 2008 muncul BNS (Batu Night Spectacular), maka di awal tahun 2010 muncul satu obyek wisata baru yaitu Batu Secret Zoo atau lebih sering disebut dengan Jatim Park-2 yang dimulai dengan dibukanya Museum Satwa.

Kesan pertama begitu melihat wujud fisik gedung Museum Satwa, langsung mengingatkan kita pada Kuil Parthenon di zaman Yunani kuno yang dibangun untuk Dewi Athena, Dewi pelindung Kota Athena pada abad ke-5 SM. Gedung ini bergaya Eropa kuno dengan pilar-pilar penyangga yang besar dan kokoh. Di kiri kanan gedung terdapat dua patung gajah dengan ukuran cukup besar yang seakan-akan menjadi penjaga menuju pintu masuk Museum ini.

Sangkar raksasa

Memasuki ruang Museum ini, kita akan disambut oleh sebuah sangkar burung raksasa dengan tinggi 10 meter dan berdiameter 5 meter yang di dalamnya dihiasi dengan bunga-bunga imitasi yang indah serta beberapa burung yang diawetkan. Juga disediakan sebuah tempat duduk yang didesain dengan nuansa romantis yang memang disediakan bagi pengunjung yang ingin berpose berdua dengan orang yang dikasihi.

Replika Stegosaurus dan Tyranosaurus dengan background langit biru

Melangkah lebih ke dalam lagi, sebuah replika fosil Stegosaurus dan Tyranosaurus atau lebih sering disebut dengan T-REX yang terbuat dari serat fiberglass segera terpampang di depan kita dengan background langit biru di atasnya. Di ruangan ini suasana “belajar” sudah mulai terasa, terbukti dari nama tiap hewan replika yang dilengkapi dengan bahasa latin sebagai bahasa ilmiah dalam bidang ilmu biologi.

Suasana temaram dengan tata lampu yang menarik

Memasuki area diorama, suasana menjadi temaram, tidak ada sinar matahari yang diizinkan masuk. Sumber cahaya hanya dari lampu-lampu temaram di atap lorong dan dari cahaya yang memancar dari tiap bilik kaca yang tata lampunya ditata dengan baik hingga menimbulkan kesan dramatis dan sangat menarik.

Lorong-lorong temaram dengan deretan diorama

Lorong-lorong ini cukup panjang dan luas, bilik-bilik kaca diorama berjajar di kiri kanannya. Begitu bagus tatanan dari tiap bilik ini sehingga berkesan seolah-olah hewan-hewan ini benar-benar hidup. Menelusuri Museum Satwa, memang terasa berada dalam dunia satwa. Semua koleksi diawetkan dan ditempatkan di dalam bilik kaca. Latar belakangnya berupa lukisan pemandangan seperti di habitat aslinya, ditambah berbagai tumbuhan. Di dalamnya dipamerkan berbagai macam jenis hewan langka dari beberapa belahan dunia.

Insectarium

Selain dari hewan terkecil berbentuk serangga, beraneka macam jenis burung dan mamalia darat serta laut ikut menghiasi nuansa museum yang dirancang bak habitat asli binatang tersebut. Di area insektarium, tiap serangga yang dipajang juga ditata dengan bagus dan dengan tata lampu yang meskipun temaram tetapi cukup untuk memberi cahaya pada setiap etalase serangga yang dijajar lengkap dengan informasi nama, habitat aslinya, dan juga nama ilmiahnya.

Secara keseluruhan, Museum Satwa dibagi dalam beberapa obyek yaitu :

Diorama Satwa

Ada lebih kurang 84 diorama satwa dari berbagai penjuru dunia, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Diorama ini memberi gambaran yang seakan-akan nyata tentang kehidupan satwa di habitatnya di alam liar dengan menggunakan hewan awetan murni. Hewan-hewan omnivora dan carnivora seperti serigala, harimau, singa gurun serta kucing liar Amerika tidak ketinggalan menghiasi diorama museum ini. Ada juga Jaguar dari Afrika, Harimau Pemburu, Antelope, sejenis kijang dari Afrika. Harimau Tutul, Babi Hutan dan berbagai jenis satwa dari dalam negeri.

Diorama satwa

Insektarium yang berisi kurang lebih 5000 jenis serangga yang didapatkan dari berbagai tempat seperti Peru, Papua Nugini, Kolumbia, Malaysia, Thailand, dan bahkan dari Pulau Madagaskar di pantai timur Afrika, tak ketinggalan juga dari hutan Indonesia. Koleksi jenis serangga ini sangat bervariatif dan langka. Saat memasuki rumah serangga, kita tidak hanya akan melihat ribuan jenis kupu-kupu, kumbang, belalang, serta ratusan jenis lebah, tetapi juga ada ngengat pemakan biji, serta sejenis ngengat pohon. Di area ini pula para pengunjung dapat melihat dari dekat serangga yang ada dengan menggunakan kaca pembesar yang disediakan oleh pihak museum.

Diorama Ikan

Fish Diorama

Pengunjung juga bisa menikmati “fish diorama” berupa diorama kehidupan bawah air. Baik kehidupan di air tawar seperti sungai, danau maupun rawa, juga di air laut di beberapa kedalaman yang berbeda-beda. Semuanya dibuat dengan bahan fiberglass. Di sini pengunjung seperti dibawa di kedalaman air dan melihat langsung ikan di habitatnya.

Diorama Pemandangan Alam

Tak ketinggalan, terdapat diorama pemandangan alam dari berbagai tempat yang berbeda di berbagai belahan benua. Seperti diorama pemandangan alam yang berbatu, bersalju, hutan yang sedang terbakar dan lain-lain.

Koleksi Fosil

Galeri Fosil

Sajian lain yang cukup menarik adalah koleksi fosil. Fosil yang dipamerkan di sini adalah fosil tiruan dari bahan fiberglass. Fosil-fosil ini akan memberi pengetahuan kepada pengunjung bagaimana bentuk fosil itu dan bagaimana para ahli satwa purbakala merekonstruksi gambaran satwa yang hidup di masa jutaan tahun yang lalu.

Teater

Teater mini tentang ilmu pengetahuan fauna

Museum Satwa juga dilengkapi fasilitas Teater, menyajikan film-film tentang satwa dan kehidupannya di alam liar, ditambah dengan simulasi anatomi satwa agar pengunjung bisa mengetahui seluk-beluk satwa dengan lebih baik. Jika masih kurang puas dengan penjelasan tentang satwa, para “guide” siap memandu wisatawan untuk menerangkan dan memberi informasi yang dibutuhkan oleh pengunjung.

Stan makanan dengan desain ala pedesaan

Capek setelah berjalan-jalan mengitari seluruh isi Museum? Tidak usah khawatir, karena pihak Museum sudah menyediakan sebuah Kafe dengan desain ala pedesaan dan cahaya temaram serta dilengkapi dengan fasilitas “Hot-Spot”.

Tiket masuk berbentuk kertas panjang yang diikatkan pada pergelangan tangan pengunjung

Tiket masuk seharga Rp 40.000,- di hari biasa dan Rp 50.000,- di hari Sabtu dan Minggu, bukanlah harga yang terlalu mahal mengingat semua fasilitas yang disediakan dalam museum ini benar-benar mampu menambah wawasan kita dalam bidang zoologi. Tiket ini berbentuk kertas panjang yang nantinya diikatkan seperti gelang pada pergelangan tangan pengunjung dan harus dikenakan selama berada dalam area Museum Satwa. Museum yang diresmikan pada tanggal 27 Desember 2009 ini sungguh sangat layak untuk dijadikan tempat belajar sambil berekreasi. “Selamat Berkunjung”

Lokasi  :
Jl. Raya Oro-Oro Ombo 9,  Kota Batu
Buka :
setiap hari pkl. 10.00 – 18.00
Tarif masuk :
Senin – Kamis Rp 55.000,- per orang
Jumat – Minggu Rp 75.000,- per orang
(untuk Museum Satwa & Batu Secret Zoo)

Fasilitas :
  • Tempat parkir yang nyaman dan aman berada di lahan seluas 2 ha.
  • Bangunan Indoor yang dibangun di atas lahan kurang lebih 1 Ha dari 15 ha area Jawa Timur Park
  • Menyajikan ratusan diorama satwa dari berbagai penjuru dunia, yang divisualisasikan sesuai dengan habitatnya.
  • Insektarium yang berisi ribuan jenis serangga dari berbagai negara di belahan dunia.
  • Pengetahuan satwa yang disajikan melalui keterangan-keterangan yang berada di setiap diorama, baik dari jenis satwa, kebiasaan satwa dan juga asal satwa tersebut.
  • Khasanah pengetahuan fauna sebagai tempat dan pembelajaran melalui kuis dan tebak-tebakan tentang satwa.
  • Guide yang profesional.
  • Fasilitas umum toilet dan musholla yang bersih dan nyaman.
  • Tempat istirahat yang terletak di warung dengan desain pedesaan.
  • Fasilitas hot spot di khasanah pengetahuan fauna dan warung desa.

1 comments:

Anonymous said...

Bagus memang museum satwa.
Sewa Mobil Avanza di Batu Malang

Friday, January 22, 2016

Post a Comment