Showing posts with label Kuliner Malang Raya. Show all posts
Showing posts with label Kuliner Malang Raya. Show all posts

Dapur Bambu Sudiro

Satu lagi “Hotspot” kuliner muncul di Kota Batu. Aneka makanan yang mengundang selera siap menantang siapa saja yang ingin berwisata kuliner di kota wisata ini. Pujasera  dengan nama “Dapur Bambu Sudiro” ini lokasinya mudah sekali ditemukan karena sangat dekat dengan Alun-alun Kota Batu, tepatnya di Jalan Sudiro 3, di sebelah barat daya alun-alun. Pujasera dengan panjang 55 meter dan lebar kurang lebih 8 meter ini sangat sesak pengunjung di akhir minggu dan juga di hari-hari biasa. Suasana santai dan nyaman yang terpancar dari pujasera ini, membuat siapa saja tergoda dan tanpa ragu-ragu untuk masuk ke area tersebut.
Read More

Soto Lombok, Melegenda di Kota Malang

Soto Lombok
Siapa yang suka makan soto ayam perlu mencoba Soto Lombok. Soto ayam yang sudah melegenda hampir lima puluh tahun dengan bumbu khusus tambahan bubuk koya yang terbuat dari parutan kelapa yang disangrai ada di Kota Malang, Jawa Timur.

Dinamakan Soto Lombok karena pertama kali berjualan di Jalan Lombok, Malang. Sampai  sekarang ini mempunyai  enam cabang di Jawa Timur. Soto Lombok sudah melegenda lima puluh tahun dirintis oleh Bapak Abdulrahman Mustadjab Kamari (almarhum) dan sekarang dikelola oleh anak-anaknya. Tapi Soto Lombok di Jalan Lombok yang menjadi cikal bakal lahirnya soto ayam nikmat ini tetap dilestarikan.
Soto ayam disajikan campur dengan nasi dan irisan ayamnya cukup banyak disertai irisan tomat, kentang, sayur kol, telur, taoge, soun di beri kuah bening. Terakhir diberi taburan koya, seledri dan bawang goreng.
Sangat cocok dimakan panas-panas dan rasanya gurih sangat pas di lidah. Setelah diaduk koyanya kuahnya langsung berubah hitam kental  tapi rasa sotonya menjadi tambah sedap. Ingin lebih pedas dan segar tinggal menambah sambal dan irisan jeruk nipis yang tersedia.

Makan satu porsi soto cukup kenyang karena porsinya besar. Pilihan bisa ayam aja, kulit, dan jeroan. Harga nasi soto isi ayam saja Rp 14.000 sedangkan campur dengan hati ampela menjadi Rp 18.000 per porsi. Harga ini cukup mahal untuk harga mahasiswa di Malang yang biasanya hanya Rp 8.000 untuk semangkok soto ayam di kampus.

Tapi pengunjung Soto Lombok kebanyakan dari luar kota. Meja makan kayu diatur memanjang sehingga pengunjung berombongan 10 orang bisa duduk di satu meja panjang. Diatas meja ada pilihan bermacam-macam kerupuk dan minuman. Kerupuk rambak atau kulit sapi menjadi pilihan untuk teman makan soto ayam.
Soto Lombok tiap hari ramai pengunjung tapi pelayanannya cukup cepat. Karena pramusajinya tiap waktu menyiapkan mangkuk nasi dan racikan sotonya berjejer diatas gerobak sotonya yang diletakkan di tengah ruangan. Sehingga pembeli pesan tinggal mengguyur kuahnya aja.

Gerobak sotonya cukup unik model khas gerobak zaman dahulu dengan meja untuk meracik sotonya rendah dan pramusaji yang meracik harus duduk di kursi kecil atau dingklik (bahasa Jawa). Bau uap kuah soto yang terbuka dari panci yang sangat besar membuat harum ruangan dengan khas rasa soto. Tungku apinya menyala terus dan racikan sotonya sudah standar sehingga rasanya tidak berubah selama lima puluh tahun. (Asita DK Suryanto, asita@djojokoesoemo.com)

Sumber: Kompas.com

*** 
Read More